HARI SUCI


A. PENGERTIAN HARI SUCI.

Hari suci adalah hari yang diperingati atau diistimewakan karena adannya keyakinan bahwa hari itu memiliki makna atau fungsi yang penting bag kehidupan seseorang atau masyarakat baik karena pengaruhnya maupun karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pada harin suci umumnya terjadi suatu kejadian istimewa yang berpengaruh pada keselamatan dan kerahayuan umat,sehingga umat tersebut merasa memiliki kewajiban untuk memperingati hari suci itu sendiri. Dan pada hakikatnya semua hari raya merupakan manifestasi penghormatan pada Tuhan yang Maha Esa dengan cara menunjukan perhatian kepada semua makhluk ciptaannya. Baik yang nampak,maupun yang tidak nampak.



B. DASAR PERHITUNGAN HARI SUCI.

Ada beberapa cara dasar perhitungan untuk menentukan hari suci, antara lain sebagai berikut :
1. Sistem perhitungan wara :
Adalah perhitungan yang didasari oleh wewaran. Contohnya perpaduan antara tri wara dan panca wara.
2. Sistem perhitungan berdasarkan Wuku :
Adalah perhitungan yang didasari oleh pawukon. Yakni dari wuku shinta hingga watugunung.
3. Sistem perhitungan berdasarkan Thiti :
Adalah perhitungan yang didasari oleh peredaran bulan. Seperti purnama,tilem,panglong dan penanggal.
4. Sistem perhitungan berdasarkan Karana :
Adalah perhitungan yang didasari oleh pertemuan bulan dan matahari.
5. Sistem perhitungan berdasarkan Naksatra :
Adalah perhitungan yang didasari oleh musim atau yang bersifat musiman.
6. Sistem perhitungan berdasarkan Yoga :
Adalah perhitungan yang didasari oleh letak letak tata surya atau planet-planet di angkasa, mengingat letak planet-planet tersebut sangat berpengaruh pada kehidupan manusia.
7. Sistem perhitungan berdasarkan Pranatamasa :
Adalah perhitungan yang didasari oleh sasih


c.JENIS-JENIS HARI SUCI.

Ada dua jenis upacara hari suci, yaitu :

A. Nitya karma adalah upacara yang dilaksanakan pada hari suci yang bersifat rutin dan umum untuk dilakukan oleh semua umat Hindu. Seperti yadnya sesa atau ngejot.

B. Naikmitika karma adalah upacara yang bersifat relatif, dilaksanakan menurut tujuan secara khusus dan oleh siapa saja tanpa terikat waktu. Seperti dewa yadnya dan manusa yadnya.


d. prinsip-prinsip pokok hari suci.

Pemujaan atau penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan segala manifestasinya di selenggarakan dengan yadnya. Pelaksaan yadnyta tersebut sudah memiliki ketentuan seperti dalam lontar Sundhari Gama. Hal ini diatur menjadi 5 bagian, yaitu :

1. Hari raya atau Yadnya yang dilakukan setiap hari.
2. Hari raya berdasarkan pertemuan tri wara dan panca wara.
3. Hari raya berdasarkan pertemuan sapta wara dan panca wara.
4. Hari raya berdasarkan pawukon.
5. Hari raya berdasarkan sasih.






A. Hari Raya /Yadnya Yang Dilakukan Setiap Hari.

Sesuai dengan namanya, yadnya ini di lakukan setiap hari. Contohnya para sulinggih melakukan Surya Sewana, umat hindu melakukan Tri Sandya, Tapa Yadnya, Yoga Yadnya, Swadhyaya Yadnya dan Dyana Yadnya. Selain itu yang terpenting adalah Yadnya sesa. Yadnya sesa adalah Yadnya yang dilakukan setiap habis memasak dan d tujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala kekuatannya.


B. Hari Raya Berdasarkan pertemuan Tri Wara dan Panca Wara.

Kajeng Kliwon adalah hari raya berdasarkan pertemuan Tri wara dan Panca wara. Karena kejeng adalah bagian dari Tri wara (Pasah,Beteng,Kajeng) dan Kliwon merupakan bagian dari Panca Wara (Umanis,Pahing,Pon,Wage,Kliwon). Ketika kajeng dan kliwon bertemu, maka di sebutlah hari raya kajeng kliwon yang datangnya 15 hari sekali.


C. Hari Raya Pertemuan Sapta Wara dan Panca Wara.

Anggara Kliwon, Budha Wage, Saniscara Kliwon(tumpek) adalah hari raya berdasarkan pertemuan Sapta wara dan Panca wara. Karena anggara,budha, dan saniscara adalah bagian dari sapta wara sedangkan kliwon dan wage adalah bagian dari panca wara.


D. Hari Raya Berdasarkan Pawukon.

Budha Kliwon Dungulan(Galungan) adalah salah satu contoh hari raya berdasarkan wuku. Karena hanya pada wuku Dungulan tersebut pada hari pertemuan Budha dan kliwon di sebut hari raya Galungan. Jika ada pertemuan budha dan kliwon di wuku yang lain tidak bisa di katakan hari raya Galungan.






E. Hari Raya Berdasarkan Sasih

Siwa Ratri adalah salah satu contoh hari raya berdasarkan sasih. Karena pada hari Siwaratri hanya di rayakan pada Purwaning sasih kapitu. Tidak mungkin hari raya Siwa Ratri di rayakan di purnawing sasih lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar